7 Macam Puisi Lama dan Contohnya

Ads by Google
iklan
Macam-Macam Puisi Lama dan Contohnya

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama

Ciri puisi lama:

  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Kan Di Dalam Puisi Itu Di Bagi Menjadi 3 Bagian Yaitu Puisi Lama, Baru dan Konteporer, Nah Di Dalam Puisi Lama Ini Ada 7 Macam Puisi Lama Yaitu :


1. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Contoh:


     Assalammu’alaikum putri satulung besar
     Yang beralun berilir simayang
     Mari kecil, kemari
     Aku menyanggul rambutmu
     Aku membawa sadap gading
     Akan membasuh mukamu

2. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.

Contoh:


     Kalau ada jarum patah
     Jangan dimasukkan ke dalam peti
     Kalau ada kataku yang salah
     Jangan dimasukkan ke dalam hati

3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.

Contoh:



     Dahulu parang sekarang besi (a)
     Dahulu sayang sekarang benci (a)


4. Seloka adalah pantun berkait.

Contoh:


     Lurus jalan ke Payakumbuh,
     Kayu jati bertimbal jalan
     Di mana hati tak kan rusuh,
     Ibu mati bapak berjalan


5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.

Contoh:

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)
6. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

Contoh:


     Pada zaman dahulu kala (a)
     Tersebutlah sebuah cerita (a)
     Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
     Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)


7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

Contoh:


     Kalau anak pergi ke pekan
     Yu beli belanak pun beli sampiran
     Ikan panjang beli dahulu
     Kalau anak pergi berjalan
     Ibu cari sanak pun cari isi
     Induk semang cari dahulu

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca Artikel Blog Saya, Jika Ingin Ada Yang Di Tanyakan Bisa Komentar...
Ads by Google

Termuat Blog

Infokupedia Blog

Ternukil Blog